Home »

Meski Sudah Dihapus, Pajak Restoran 10 % Masih Dibayar Konsumen

11 Juli 2010 - Siaran Pers

Meski pemberlakuan pungutan pajak 10% makanan dan minuman di restoran maupun hotel sesuai yang diatur dalam UU nomor 42 Tahun 2009 telah dihapus mulai 1 April 2010 lalu, nyatanya masih banyak pengelola rumah makan, restoran membebankan tax 10% kepada konsumen.

Waty adalah satu konsumen yang mengaku kecewa dengan masih adanya sejumlah restoran yang memungut pajak tersebut. Pengunjung restoran Sorrento di Palladium Mall ini mengaku kecewa karena masih ditagih pajak 10% dari harga makanan yang dia pesan.

“Ini curang namanya. Harusnya pemerintah memantau langsung bahwa sebenarnya masih ada restoran yang belum menaati penghapusan pajak restoran itu,” cecar wanita yang bekerja di salah satu perusahaan swasta Medan ini, Sabtu (10/7) malam kemarin.

Warga Jalan Restu ini mengaku kecewa atas tidak maksimalnya sosialisasi pemerintah terkait kebijakan tersebut. Apalagi, dia menyakini banyak warga yang hingga kini belum mengetahui bahwa pajak makanan dan minuman 10% tersebut sebenarnya sudah dihapuskan. “Ini gak tau, apa pengusahanya yang sengaja atau petugasnya tak menyampaikan perihal penghapusan pajak itu kepada pemilik restoran,”

Selain Sorrento, Waty juga pernah mengalami kejadian serupa di Asian Food, yang berlokasi masih di Palladium Café. “Ternyata tak hanya satu restoran. Saya nggak tahu apakah pengusahanya sudah tahu tapi tidak menaati peraturan itu. Atau, pemerintah Kota Medan kurang mensosialisasikan peraturan baru itu,” komentarnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Abu Bakar Siddiq menilai hal ini merupakan sebuah bentuk kelemahan pemerintah yang tidak maksimal melaksanakan pengawasan terkait penghapusan pungutan tersebut.

“Karna bisa saja ini disinyalir permainan para petugas dengan pengusaha. Makanya, kita anjurkan agar konsumen tidak membayar pajak tersebut, karna memang sudah dihapuskan. Sedangkan kepada pengusaha yang masih bandel memberlakukan pajak itu, mesti dikenakan sanksi,” tegas Abu.

Admin (#34308 views)

  Kirim ke Teman   Cetak halaman ini   Posting komentar  Share on Facebook

Komentar Untuk Berita Ini (0)